Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah Diri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Mei 2015

Dzikir kalbu

Dzikir kalbu disebut juga dzikir tersembunyi, dzikr khafi, yaitu zikir yang tersembunyi di dalam hati, tanpa suara dan kata-kata.

Zikir ini hanya memenuhi kalbu dengan kesadaran yang sangat dekat dengan Allah, seirama dengan detak jantung serta mengikuti keluar masuknya napas. Keluar masuknya napas yang dibarengi dengan kesadaran akan kehadiran Allah merupakan pertanda bahwa kalbu itu hidup dan berkomunikasi langsung dengan Allah. Sebaliknya, orang yang lupa mengingat Allah menunjukkan kalbunya mati, karena tidak ada komunikasi dengan Yang Mahahidup. Dalam literatur sufisme di Barat, zikir kalbu sering dilukiskan sebagai living presence—hidup dengan merasakan kehadiran Tuhan. Di dalam Alquran, Yang Mahahidup itu digambarkan sebagai Cahaya langit dan bumi. Maka, ketika tidak ada hubungan dengan sumber cahaya itu, kalbu pun tidak mendapat pancaran ca¬haya, sehingga gelap dan mati.

Alquran menggunakan istilah qalb (hati) sebanyak 132 kali. Makna dasar kata ini adalah membalik kembali, pergi maju-mundur, berubah, bolak-balik, naik-turun, mengalami perubahan. Rasulullah saw. mengatakan bahwa qalb— karena sifat berubah-ubahnya—bagaikan selembar bulu di gurun pasir; angin membolak-baliknya dari atas ke bawah. Salah satu istri Nabi meriwayatkan bahwa dia sering berdoa, " Wahai Dia Yang membuat hati berubah-ubah, tetapkan hatiku pada agama-Mu!" Pendek-nya, qalb bukan sesuatu yang konstan, melainkan bisa mengalami pasang-surut dan berubah-ubah dari satu ke-adaan ke keadaan yang lain.


Imam Jafar al-Shadiq menye-butkan perubahan hati itu ada empat.
Pertama, hati yang tinggi. Tingginya hati ini ketika zikir kepada Allah Swt. Kalau orang senantiasa berzikir kepada Allah, hatinya akan naik ke tempat yang tingi.
Kedua, hati yang terbuka. Hati ini diperoleh apabila kita rida kepada Allah Swt.
Ketiga, hati yang rendah, yang terjadi ketika kita disibukkan oleh hal-hal yang selain Allah,
Keempat, adalah hati yang mati atau hati yang berhenti. Hati ini terjadi ketika seseorang melupakan Allah SWT sama sekali

Oleh karena itu, untuk menjaga agar hati kita selalu hidup, maka ingatlah kepada Allah SWT. Dzkir kalbu mempunyai dampak yang jelas dalam meneguhkan hati (qolbuO agar memiliki keyakinan, kekuatan dan kemantapan iman kepada Allah serta melahirkan perbuatan yang baik amal sshaleh dalam hubugnan vertikal kepada Allah maupun hubungan horizontal dengan sesama manusia

Mereka itu adalah orang-orang yang beriman, yang hati-nya menjadi tenteram dengan mengingat (dzikr) Tuhan. Ingatlah, hanya dengan mengingat Tuhan sajalah maka hati menjadi tenteram (Q.S. al-Ra'd [13]: 28).

Allah meneguhkan keimanan orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh (al-qawl al-tsabit) dalam kehidupan dunia dan akbirat, dan Allah menyesatkan orang yang berbuat aniaya. Dan Allah melakukan apa saja yang Dia kehendaki (Q.S. Ibrahim [14]: 27).

Makna "ucapan yang teguh" (al-qawl al-tsdbit) adalah kalimah thayyibah atau zikir yang menghunjam di dalam kalbu. la seperti sebuah pohon, akar tunjangnya menghunjam ke bumi sedangkan dahan, ranting, dan dedaunannya menjulang ke langit, sebagaimana digambarkan pada Q.b. Ibrahim [14]: 24.


Iman tumbuh di dalam hati,sementara petiunjuk mengalihkan hati menuju arah yang benar. Dengan cara yang sama, hati adalah pusat keraguan (Q.S At-Taubah (9);45), penyangkalan (Q.S An-Nahlu (16);22), kekafiran dan penyelewengan dari jalan yang lurus. Disinilah setan mengarahkan perhatiannya, berusaha menanamkan kesesatan.
Dzikir kalbu berfungsi sebagai benteng pertahanan dari dalam untuk membendung bisikan setan yang bersumpah akan menggoda manusia dari berbagai penjuru.

Iblis berkata, "Ya Allah, karena Engkau telah menghukumku sesat, aku benar-benar akan menghalanghalangi mereka (manusia) dari jalan yang lurus. Kemudian akan mendatangi mereka dari depan, belakang, sebelah kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati mayoritas mereka bersyukur" (Q.S. al-A'raf [7]: 16-17).

Nabi berkata, "Sesungguhnya setan mengalir dalam diri manusia seperti mengalirnya darah, maka aku khawatir bahwa dia akan memasukkan kejahatan dalam hatimu" (Bukhari, bab al-Kbalq, 11).
Alquran juga menegaskan bahwa zikir bermanfaat bagi kehidupan orang yang beriman, dan bahwa zikir menen-teramkan hati dan pikiran (Q.S. al-Ra'd: 28).

Hakim al-Tirmidzi, seorang sufi dari Termez, Uzbekistan, sebagai-mana dikutip oleh Abu Nu'aim al-Ashfahani dalam kitab Hilyab al-Auliya\ menggambarkan hubungan zikir dengan ketenteraman hati sebagai berikut:

Dengan mengingat Allah [yang diresapkan ke dalam kalbu], hati seseorang akan menjadi lembut. Sebaliknya, hati yang lupa kepada Allah dan dipenuhi oleh rekaman tentang [berbagai dorongan nafsu] dan kelezatan hidup semata, akan menjadi keras dan kering. Kalbu seseorang tidak berbeda dengan sebatang pohon. Pohon akan segar, rimbun dan penuh dengan dedaunan yang menyejukkan apabila ia menyerap air yang cukup. Apabila sebatang pohon tumbuh di tempat yang tidak berair, maka dahan dan ranting pohon itu akan kering kerontang dan dedaun-annya pun akan berguguran. Demikian pula hati kita. Zikir merupakan mata air kehidupan. Hati yang kosong dari zikir kepada Allah berarti kekurangan mata air ke¬hidupan. Hati akan kering, gersang, keras, dan penuh dengan bara hawa nafsu dan syahwat, dan akhirnya men¬jadi enggan berbakti kepada Allah. Jika terus dibiarkan, hati akan pecah berkeping-keping; yang hanya pantas menjadi bara api neraka. Sebenamya, kelembutan hati dan ketenteramannya merupakan rahmat Allah. Allah-lah yang memantulkan cahaya kedalam hati seseorang karena dzikir kepada Allah dengan kasih sayangnya.

Uraian Hakim At Tirmidzi ini merupakan penjabaran dari firman Allah SWT :
Apakah orang-orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima al-Islam, kemudian mendapat pancaran cahaya dari Tuhannya sama dengan orang-orang yang hatinya membatu? Maka malapetaka besar bagi mereka yang hatinya membatu [karena engganj berzikir kepada Allah, Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Q.S.ai-Zumar [29]: 22).

Barangsiapa yang [hatinya] berpaling dan zikir kepada Allah Yang Maha Pengasih, Kami sertakan setan kepada-nya, sehingga setan itu menjadi teman dekatnya. (Q.S. al- Zukhruf [431: 36). |

Dzikir kalbu (khafi), menurut kaum sufi, mem-punyai efek-efeknya sendiri yang mencerahkan: ia menyulut api kerinduan kepada Allah, membina kecintaan kepada Allah dalam hati, melahirkan perenungan, melahirkan ekstase dalam diam, menimbulkan ketidaksukaan untuk terjerembab dan tenggelam dalam urusan-urusan duniawi, serta memungkinkan dzakir (pezikir) lebih mengutamakan Allah Swt. ketimbang segala sesuatu selain-Nya.

Jumat, 01 Mei 2015

Obsesi Akhirat

Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa akhirat menjadi obsesinya, maka Allah menjadikan semua urusannya lancar, hatinya kaya dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Dan, barangsiapa dunia menjadi obsesinya, maka Allah mengacaukan semua urusannya, menjadikannya miskin dan dunia datang kepadanya sebatas yang ditakdirkan untuknya.” Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanad shahih 

Barangsiapa akhirat menjadi kesibukan utamanya dan obsesinya, maka setiap hari ia ingat perjalanan hidupnya kelak, apa pun yang ia lihat di dunia pasti ia hubungkan dengan akhirat, dan akhirat selalu ia sebut di setiap pembahasannya. Ia tidak bahagia kecuali karena akhirat, tidak sedih kecuali karena akhirat. Tidak ridha kecuali karena akhirat. Tidak marah kecuali krn akhirat. Tidak bergerak, kecuali karena akhirat. Dan tidak berusaha kecuali krn akhirat. 

Siapa saja yang bisa seperti itu, ia diberi tiga kenikmatan oleh Allah Ta’ala. Nikmat yang Dia berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hambaNya. Yaitu orang-orang yang menyiapkan jiwa mereka hanya untuk ALLAH Ta’ala dan tdk ada selain DIA yang masuk ke hati mereka, baik itu berhala-berhala dunia, atau perhiasan, atau pesonanya. 

Nikmat tersebut adalah sebagai berikut: 

1. Seluruh urusan lancar
Allah SWT memberinya ketentraman dan kedamaian, mengumpulkan semua idenya, meminimalkan sifat lupanya, mengharmoniskan keluarganya, menambah jalinan kasih sayang antara dirinya dan pasangannya, merukunkan anak-anaknya, mendekatkan anak2 padanya, menyatukan sanak kerabat, menjauhkan konflik dari mereka, mengumpulkan hartanya, ia tidak pusing memikirkan bisnisnya yg tdk begitu baik, tidak bertindak spt orang bodoh, membuat hati manusia terarah padanya, siapapun mencintainya dan melancarkan urusan-urusan yang lain. 

2. Kaya hati
Nikmat yang paling agung adalah kaya hati, sebab Rasulullah SAW bersabda dalam hadits shahih, yg artinya; “ Kekayaan hakiki bukan berarti harta melimpah. Tapi, kekayaan ialah kekayaan hati” (HR. Muslim)
Imam Al Manawi berkata; maksudnya, kekayaan terpuji itu bukan banyak harta dan perabotan. Sebab banyak sekali orang dibuat kaya oleh Allah, namun kekayaannya yg banyak itu tidak bermanfaat baginya dan ia berambisi menambah kekayaannya, tanpa peduli dari mana sumbernya. 

Ia seperti orang miskin, karena begitu kuat ambisinya. Orang ambisius itu miskin selama-lamanya. Tapi, kekayaan terpuji dan ideal menurut orang-orang sempurna adalah kekayaan hati.
Di riwayat lain disebutkan kekayaan jiwa. Maksudnya, org yang punya kekayaan jiwa merasa tidak membutuhkan jatah rizkinya, menerimanya dengan lapang dada, dan ridha dengannya, tanpa memburu dan memintanya dengan menekan. 

Barangsiapa dijaga jiwanya dari kerakusan, maka jiwanya tentram, agung, mendapatkan kebersihan, kemuliaan, dan pujian. Itu semua jauh lebih banyak ketimbang kekayaan yang diterima orang yg miskin hati. Kekayaan membuat org yg miskin hati terpuruk dalam hal-hal hina dan perbuatan-perbuatan murahan, karena kecilnya obsesi yang ia miliki. Akibatnya, ia menjadi org kerdil di mata orang, hina di jiwa mereka, dan menjadi orang paling hina. 

Jika seseorang punya harta yang berlimpah, namun ia tidak qana’ah (merasa cukup) dengan rizki yang diberikan Allah SWT kpdnya, maka ia hidup terengah-engah spt binatang buas dan menjadikan hartanya sbg tuhan baru. Sungguh, ia orang miskin sejati, krn org miskin ialah orang yg selalu tidak punya harta dan senantiasa merasa membutuhkannya. 

Dikisahkan, seseorang berkata kepada orang zuhud, Ibrahim bin Adham, lalu berkata, “saya ingin anda menerima jubah ini dariku.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau Anda kaya, saya mau menerima hadiah ini. Jika anda miskin, saya tdk mau menerimanya.” Orang itu berkata,”saya org kaya.” 

Ibrahim bin Adham berkata,”Anda punya jubah berapa?” Orang itu menjawab,”Dua ribu jubah.” Ibrahim bin Adham berkata,”Apakah Anda ingin punya empat ribu jubah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibrahim bin Adham berkata,”Kalau begitu anda miskin (karena masih butuh jubah lebih banyak lagi). Saya tidak mau menerima hadiah jubah ini darimu.” 

3. Dunia datang kepadanya
Saat ia lari dari dunia, justru dunia mengejarnya dalam keadaan tunduk. Spt yg dikatan Ibnu Al-jauzi,” Dunia itu bayangan. Jika engkau berpaling dari bayangan, maka bayangan itu membuntutimu. Jika engkau memburu bayangan, maka bayangan menghindar darimu. Orang zuhud tidak menoleh kepada bayangan dan malah diikuti bayangan. Sedang org ambisius (rakus) tidak melihat bayangan setiapkali ia menoleh kepadanya.”
Sedang orang yang dunia menjadi obsesinya, ia hanya memikirkan dunia, bekerja karenanya, peduli kepadanya, tidak bahagia kecuali karenanya, tidak berteman dan memusuhi orang karenanya. Akibatnya, ia dihukum Allah dengan tiga hukuman; 

1. Urusannya kacau
Allah SWT mengacaukan semua urusannya. Hatinya menjadi gundah tidak tenang, pikirannya kacau, jiwanya guncang dan kalut dalam hal yg sepele. Allah SWT mengacaukan hartanya, mengacaukan anak-anak dan pasangannya. Allah SWT membuat manusia antipati kepadanya. Tidak ada seorngpun yang mencintainya sebab Allah SWT menentukannya dibenci orang di bumi. 

2. Selalu miskin
Hukuman ini membuatnya selalu tidak puas, padahal memiliki harta banyak. Ia senantiasa merasa miskin. Dan itu menjadikannya lari hingga terengah-engah di belakang harta. 

3. Dunia lari darinya 
Dunia selalu lari darinya. Ia memburu dunia tapi malah dijauhi dan ia berlari dibelakangnya, persis seperti orang yang mengira fatamorgana itu air. Ketika ia tiba di fatamorgana, ia tidak mendapatkan apa-apa. 

Inilah yang membuat Utsman bin Affan Radhiyallahu Anhu berkata, “Obsesi dunia itu kegelapan di hati, sedang obsesi kepada akhirat itu cahaya di hati.”
Bagaimana karakteristik dari orang-orang yang terobsesi pada akhirat?
Kita bisa mengukur dengan membandingkannya pada diri kita. 

Sebelumnya mengenai hal ini ada tiga kelompok orang dalam berobsesi thd akhirat:
1. Orang yang lebih sibuk dengan akhirat daripada dunia.
Mereka mebuat hidupnya didominasi oleh akhirat. Dunia hanya diletakkan digenggaman tangannya bukan di hatinya. è kelompok orang yang sukses 

2. Orang yang lebih sibuk dengan dunia daripada dengan akhirat
Mereka begitu cinta dunia hingga dunia menguasainya dan membuatnya lupa total kepada akhirat dan mereka juga tidak tahu bahwa dunia itu jembatan menuju akhirat. è kelompok orang yang celaka
3. Orang yang sibuk dengan keduanya sekaligus. 

Mereka tidak ingin masuk pada kelompok pertama atau kedua, namun ingin mendapatkan sebagian karakteristik kelompok pertama dan sebagian kelompok kedua. è kelompok orang yang dalam kondisi kritis. 

Tentunya kita tidak ingin masuk ke dalam kelompok kedua dan ketiga, karenanya kita perlu mengetahui karakteristik kelompok pertama yaitu orang-orang yang sukses. 

Karakteristik dari kelompok pertama antara lain: 

1. Sedih karena akhirat
Sedih karena akhirat membuat orang punya perasaan takut Allah Ta’ala meng-hisab dirinya pd Hari Kiamat, lalu ia meng-hisab dirinya sebelum ia dihisab kelak di akhirat. 

2. Selalu mengadakan Muhasabah (evaluasi diri)
Umar bin Khattab Ra berkata “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Dan, bersiap-siaplah menghadapi Hari Kiamat.” 

3. Selalu beramal utk akhirat
Amal shalih bukan hanya shalat, puasa, membaca Al-qur’an dan dzikir, tapi amal shalih adalah apa saja yang dicintai Allah Ta’ala. 

4. Trenyuh melihat pemandangan kematian
Seorang tabi’in Ibrahim An Nakhai berkata, “Jika kami datang ke rumah orang yang meninggal atau mendengar ada orang yang meninggal dunia, hal itu membekas pada kami hingga berhari-hari, karena kami tahu ada sesuatu (ajal) datang pada org tersebut, lalu membawanya ke surga atau neraka”
Itulah pengingat bagi kita semua, bahwa sesungguhnya kehidupan ini adalah sarana untuk kembali kepada Allah, sekolah yang raportnya nanti akan dibagikan di akhirat. Mari kita sama-sama mengevaluasi diri kita, selalu meluruskan niat kita hanya kepada Allah dan berdoa kepada memohon ketetapan iman di hati sampai pada hari penutup kita nanti. 

“Yaa muqollibalquluub tsabbit qolbiy alaa diinika” Wahai Dzat yang membolak-balik hati, kokohkan hatiku tetap berada di atas agamamu.
Wallahu’alam

Selasa, 28 April 2015

Minder

Minder sendiri adalah perasaan diri tidak mampu dan menganggap orang lain lebih baik dari dirinya. Orang yang merasa minder

cenderung bersikap egosentris, memposisikan diri sebagai korban, merasa tidak puas terhadap dirinya, mengasihani diri sendiri dan mudah menyerah. orang yang mempunyai rasa minder akan merasa lemah, kekurangan, rasa bersalah yang berlebihan, takut pada orang lain, menarik diri dari lingkung an /pergaulan, cemas menghadapi sesuatu yang baru, tidak berani menghadapi kenyataan, sukar mengambil keputusan, takut akan kegagalan.[6]

Sering kali kita lebih menghargai orang lain daripada diri sendiri. Sikap ini membuat kita menjadi "minder" dan bahkan mungkin enggan berinteraksi dengan orang lain. Tentu saja sikap "minder" akan merugikan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Sebab kita tidak bisa membuat diri kita berharga bagi orang lain dan mendedikasikan talenta ataupun keterampilan kita bagi orang-orang di sekitar kita. Untuk mengatasi sikap minder tersebut ada satu syarat, yakni menghargai diri sendiri.

Minder adalah tipikal orang yang bermental lemah. Mental yang lemah akan merasa selalu tidak aman. Selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dengan rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.

Ciri-ciri orang yang merasa minder ialah:

· Suka menyendiri.

· Terlalu berhati-hati ketika berhadapan dengan orang lain sehingga
pergerakannya kelihatan kaku.

· Pergerakannya agak terbatas, seolah-olah sadar bahwa dirinya memang
mempunyai banyak kekurangan.

· Merasa curiga terhadap orang lain

· Tidak percaya bahawa dirinya memiliki kelebihan

· Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang ramai

· Beranggapan bahwa orang lainlah yang harus berubah

· Menolak tanggung jawab hidup untuk mengubah diri menjadi lebih baik.[7]

Oleh karena itu, minder harus sebisa mungkin dihindari dan dicari jalan keluarnya dalam rangka mengubah pribadi kita menuju kepribadian yg self-esteem (baca: self estiim). Suatu tipe kepribadian yang dimiliki orang
yang bisa menggapai mimpi atau suksesnya.

Penyebab perasaan minder menurut Erwin Arianto adalah:

· Saat lahir - setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada
waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya.

· Sikap orangtua - memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap
perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut.

· Kekurangan fisik - seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak
proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya.

· Keterbatasan mental - membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain.

· Kekurangan secara sosial - keluarga, ras, jenis kelamin, atau status
sosial.

Dan masih menurut Erwin Arianto, untuk mengatasi rasa minder dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

· Hadapi rasa takut, jangan dihindari, karena ini tidak akan berakibat seburuk yang kita kira. Melawan rasa takut akan menambah percaya diri kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

لا يَحِلُ لِمُسْلِمٍ اَنْ يَرُوْعَ مُسْلِمًا (رواه ابو داود)

“ tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain ”

· Hargai diri sendiri sebagai Ciptaan Tuhan, bila kita telah berhasil dalam berbuat sesuatu. Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan membuat kita tetap rendah hati walaupun telah diberi kesempatan menikmati banyak kesuksesan. Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan juga dapat membuat kita lebih tegar dalam menyikapi kelemahan kita.

· Kenali diri. Mengenali diri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai diri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran kita dalam melihat dan mengevaluasi diri.

· Atasi kelemahan kita. Hal yang satu ini sering kali sulit kita lakukan. Kita seringkali tidak mau mengakui kelemahan kita. Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita sendiri tanpa melibatkan orang lain, atau cara pandang yang salah terhadap kesuksesan dan strategi untuk meraih sukses.

· Lupakan kegagalan masa lalu. Biasanya kegagalan juga dapat membuat kita merasa minder /rendah diri, tapi yang harus kita lakukan dari kegagalan belajarlah dari kesalahan itu, tetapi janganlah mengira sesuatu itu salah sebelum ia akan terjadi lagi.

Dan dalam hal ini Ahmad Tafsir menganjurkan bahwa hendaknya dalam mengatasi anak yang punya rasa minder, orang tua atau guru mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melatih anak itu dengan memberikan tanggung jawab dan memujinya secara wajar.

2. Bantulah mereka agar dapat melakukan sesuatu dengan baik dan bila berhasil berilah penghargaan yang wajar dan tidak pilih kasih dalam memberikan sesuatu, sehingga terwujud keadilan di tengah anak-anak. Sebagaimana hadits Nabi SAW:

سَاوَوْا بَيْنَ اَوْلادِكُمْ فِى الْعَطِيَّةِ ) رواه ابو داود(

“Berlaku adillah terhadap anak-anak kalian dalam suatu pemberian”[8]

3. Ajarkan kepada mereka bahwa nilai manusia sebenarnya ada pada Allah, Allah tidak memandang cacat jasmani tidak mengukur manusia dengan melihat hartanya, tapi Allah melihat sejauhmana ketaqwaan mereka.[9] Maka menjadi tugas kita untuk menyayangi dan memotivasi saudara kita yang kurang dalam segi fisik ataupun saudara kita yang dalam keadaan yatim. Sebagimana sabda Rasulullah SAW:

اَلرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُُمُ الرَّحْمنُ اِرْحَمُوْا مَنْ فِى اْلاَرْضِ يَرْحَمُكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ (رواه ابو داود)

“…….kasihilah mahluk di bumi, niscaya mahluk di langit akan mengasihi kalian”

C. Nilai Tarbawi.

Dari pembahasan hadits di atas dapat kita temukan beberapa nilai tarbawi, diantaranya adalah:

· Sebagai seorang muslim kita dianjurkan untuk mempunyai karakter pantang menyerah dan tidak merasa rendah diri (minder).

· Sebagai calon guru kita harus mengetahui bagaimana ciri-ciri siswa yang punya rasa minder, serta bagaimana mengatasi siswa yang demikian.

· Sebagai (calon) guru, kita juga harus memperhatikan kondisi psikis seorang siswa. Apakah ia termasuk anak yang minder atau tidak?. Dan dengan hal tersebut diharapkan guru bisa membantu perkembangan psikis siswa, karena kondisi psikis sedikit banyak akan mempengaruhi proses belajar mereka.

· Minder adalah sikap yang manusiawi, tetapi menjadi tidak manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk menghilangkan sikap dan perasaan minder tersebut.

D. Hadits Pendukung.

Untuk hadits pendukung ini akan kami cantumkan sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, yang disampaikan oleh Sayyidah Aisyah Radhiallahu’anha. Yang mana dalam hadits ini Sayyidah Aisyah Radhiallahu’anha memuji sikap para wanita dari kalangan Anshar. Meskipun mereka seorang wanita, tapi meraka tidak malu atau minder dalam mencari ilmu. Dan hadits selengkapnya adalah sebagai berikut:

وَقَالَتْ عَائِشَةُ نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الأَنْصَارِ لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهُنَّ فِي الدِّيْنِ [10]

Aisyah Radhiallahu’anha berkata: “Sebaik-baiknya wanita ialah wanita Anshar, rasa malu mereka tidak mencegah mereka untuk mendalami ilmu”.

----

Setelah kita bisa mengatasi rasa minder, mari kita nikmati rasa percaya diri yang kelak akan mengantarkan kita menjadi manusia yang punya arti di hadapan Allah SWT maupun di hadapan manusia. Dan dengan mengatasi rasa minder maka ini adalah sebuah langkah awal untuk menggapai semua keinginan kita, ubah perasaan rendah diri menjadi perasaan yang membina keyakinan diri.

Kita berhak sukses seperti orang lain. Jangan biarkan perasaan rendah diri menguasai dalam bersaing mencapai keinginan dalam hidup. Pupuklah semangat untuk dapat bersaing di masa depan. Semoga kita semua dapat mengatasi rasa minder untuk dapat terus menggapai mimpi.

Dan untuk kita yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, maka akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita jika kita mampu menghantarkan anak didik kita menjadi manusia yang penuh percaya diri dalam menghadapi tantangan yang ada di hadapan mereka.

Minggu, 26 April 2015

Percaya Diri

Sesungguhnya agama islam memerintahkan agar berserah diri dan ikhlas kepada Allah SWT. Kita sebagai manusia agar percaya diri dan tidak putus asa untuk terus mencari rahmat Allah.

Banyak manusia yang cepat putus asa bahkan melampiaskanya dengan bunuh diri,atau minum minuman keras,dan hal negatif lainya, hal itu disebabkan karena pemikiranya yang dangkal dan jauh dari nilai – nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Kita sebagai manusia wajib ikhtiar, karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Lalu bagaimanakah sebenarnya Konsep percaya diri dalam ajaran Islam itu? Mari kita simak saja selengkapnya seperti berikut di bawah ini.

Optimisme adalah sebuah keyakinan yang akan membawa pada pencapaian hasil. Tidak ada yang bisa diperbuat tanpa harapan dan percaya diri. Seorang yang bermental sebagai seorang pemenang, ia akan memiliki rasa percaya diri, ia bersungguh-sungguh dan yakin akan usahanya tersebut.

Inilah sisi lain dari makna tawakal. Setiap kali ia diterpa oleh badai tantangan, segeralah ia memperbaiki dan dan membenahi diri, melakukan evaluasi lahir bathin seraya melemparkan pertanyaan yang membedah hati nuraninya. Dalam segala hal dia tidak pernah mencari kambing hitam dan tidak ada kamus “pesimis” karena tidak akan menolong dirinya kecuali menambah beban untuk mengatasi persoalan yang dihadapinya.
Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian manusia yang berfungsi penting untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Tanpa adanya kepercayaan diri maka banyak masalah akan timbul pada manusia. Dengan adanya rasa percaya diri maka seseorang akan mudah bergaul. Menghadapi orang yang lebih tua, lebih pandai maupun lebih kaya, mereka tidak malu mau pun canggung.

Mereka akan berani menampakkan dirinya secara apa adanya, tanpa menonjol-nonjolkan kelebihan serta menutup-nutupi kekurangan. Ini disebabkan orang-orang yang percaya diri telah benar-benar memahami dan mempercayai kondisi dirinya, sehingga telah bisa menerima keadaan dirinya apa adanya.

Alloh SWT berfirman dalan Qs Yusuf ayat 78,Artinya

Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(Q.S Yusuf: 87)

Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya(pangkal ayat 87). dengan perintah Beliau seperti ini kepada anaknya bertambah nampaklah kepastian dalam hati beliau bahwa mereka masih ada.dan beliau tegaskan lagi “dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”[1]

Siapakah orang-orang yang percaya diri dan tidak putus asa itu, dan kepada siapakah yang berhak memberi perintah agar percaya diri dan tidak putus asa tersebut? Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya agama islam memerintahkan kepada kita semua agar kita percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari rahmat dan hidayah Allah SWT. Kita sebagai manusia wajib ikhtiar kepada Allah SWT karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Sebagaimana pesan Nabi Yakub As kepada anak-anaknya dalam mencari saudaranya Yusuf serta Bunyamin. Pada ayat tersebut diatas pesan nabi Yakub As bukan saja memerintahkan kepada anak-anaknya untuk terus berharap dan percaya diri serta tidak putus asa dalam mencari saudaranya, tetapi ada pesan kepada kita semua agar percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari rahmat Allah SWT.

Kata “Rauh” dari ayat tersebut lebih dalam makna dan takaranya serta lebih banyak kandunganya, didalamnya mengandung naungan tempat beristirahat dari musibah yang mencekik dengan apa yang menghibur jiwa.

Maka dari itu orang-orang yang beriman selalu berhubugan dengan Allah, raga dan bathin mereka selalu disirami dengan ruh Allah yang menghidupkan dan menyemangatinya. Mereka itu tidak pernah putus asa dari rahmat Allah, walaupun mereka diliputi oleh segala musibah yang menghampirinya, karena mereka dalam ketenangan kepercayaan terhadap Allah SWT.

 Dari ayat diatas juga penulis berpendapat bahwa Yakub sebagai orang tua yang tentunya banyak memiliki pengalaman dan kesabaran juga ilmu yang tinggi. Penulis berpendapat bahwa pesan percaya diri dan tidak putus asa bukan saja ditunjukan bagi orang tua kepada anaknya, orang yang lebih tua kepada yang lebih muda tetapi juga pesan yang disampaikan dari orang yang berilmu baik tua ataupun muda.

Kenapa kita harus percaya diri dan tidak putus asa? Tidak banyak orang yang sadar bahwa kehidupan seseorang sangat ditentukan oleh cara berfikirnya. Apabila ia berfikir atau mempunyai gambaran sebagai orang yang penakut dan pesimis, maka gambaran tersebut akan mempengaruhi seluruh potensi dirinya yang ada sebagai seorang yang penakut. Ketakutan dan keputus asaan seseorang dalam mencari rahmat Allah adalah karena ketidak mampuan dan ketidak yakinan orang tersebut dalam menghadapi masalah tersebut.

Firman Allah SWT dalam surat Al- Hijr ayat 52:

Artinya52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”.

Kata “Wajilun” terambil dari kata “Wajal” yaitu kegoncangan hati akibat menduga akan terjadi sesuatu yang buruk[3]. Pantaslah Allah SWT sendiri berkata “aku menurut prasangkamu”[4]. Apabila kita memiliki prasangka buruk kepada Allah SWT, berarti kita menghinakan diri sendiri dan bersiap untuk menerima keburukan tersebut.

Ajaran islam adalah ajaran yang positif, menghindari segala bentuk negative sehingga harus tertanam pada jiwa kita bahwa alas an apapun yang menggiring kita pada sikap pesimistis adalah bertentangan dengan ajaran islam sendiri.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Al-Hijr ayat 53: artinya :

53. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.

Berfikir positif akan memberikan dorongan sikap dan tingkah lakuyang positif pula. Jiwa yang positif tampak bergairah penuh antusiasme dan keberanian yang sangat mendalam, dalam hidupnya tidak ada kata putus asa dan menyerah, karena bagi Allah semuanya mudah, siapa saja yang Allah kehendaki pasti dia akan mendapatkan rahmatNya, oleh karena itu tidak pantas bagi orang yang beriktiar dalam mencari rahmat Allah mempertanyakan apakah usahanya tersebut akan berhasil atau tidak, karena hal tersebut mengandung keputusasaan.

Firman Allah dalam surat Al-Hijr ayat 54: Artinya :

Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku Telah lanjut, Maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”

Dan dalam surat Al-Hijr ayat 55, Allah berfirman: Artinya:

Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, Maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa”.

Pada ayat 55 tersebut diatas memberikan dorongan kepada kita untuk selalu percaya diri dan tidak merasa putus asa. Bagaimana mungkin kita pesimis dan penakut, apabila sejak awal penciptaan manusia sudah disiapkan untuk menjadi pemenang dan petarung yang hebat. Bukankah dari berjuta-juta sperma yang memancar hanya satu yang berhasil untuk memperebutkan indung telur, dan satu sperma yang berhasil membuahinya itu tidak lain adalah kita! Yakinkan pada diri bahwa kita terlahir untuk menjadi pemenang.

 Termasuk kedalam golongan apakah orang-orang yang tidak percaya diri dan putus asa itu? Sikap percaya diri dan tidak putus asa yang dilandaskan pada iman, menyebabkan segala bentuk tekanan tidak dijadikan sebagai kendala, tetapi sebuah tantangan yang akan membentuk kepribadian dirinya menjadi lebih cemerlang. Sebaliknya orang yang memiliki sikap tidak percaya diri, putus asa, dan pesimis adalah termasuk orang-orang yang putus harapan, fasik dan sesat, serta kufur.

Firman Allah SWT: Artinya:

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.(Q.S Al-Hijr 56)

Juga firman Allah dalam surat Yusuf ayat 87: … Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Dan firman Allah dalam surat Al-Imran ayat 82: Artinya:

Barang siapa yang berpaling sesudah itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Balasan apa yang diterima bagi orang-orang yang percaya diri dan tidak putus asa, serta serta balasan apa pula yang diterima bagi orang-orang yang tidak percaya diri dan putus asa? Ada sebuah peribahasa “Berilah dan engkau akan menerima” [5]. Pernyataan tersebut sederhana namun mengandung makna yang sangat mendalam. Apa yang kita berikan itu pada dasarnya adalah apa yang akan kita terima di masa yang akan datang. Kita begini dan begitu adalah hasil dari pilihan kita sendiri.

Firman Allah SWT dalam surat Az-Zazalah ayat 7-8:  Artinya:

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

 Semua perbuatan yang kita lakukan didunia akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Sekecil apapun perbuatan kita didunia akan dipertanggungjawabkan di akherat kelak. Kata Az-Zarrah adalah semut yang terkecil (maksudnya atom)[6] . Begitupun bagi orang yang tawakal, percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari ridho Allah, mereka kelak akan menemui tuhanya dan akan mendapatkan balasan yang setimpal yaitu surga. Dan bagi orang –orang yang melanggar perintah Allah akan dibalas dengan siksaan yang pedih.

Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 223:

…dan bertakwalah kepada Allah dan Ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
Apa yang dianugrahkan kepada kita adalah sesuatu yang jelas mendatangkan manfaat bagi kehidupan kita sejak awalnya[7]. Ketahuilah bahwa kelak kita akan menemui tuhanya dan akan membalas perbuatan yang kita lakukan.

Rabu, 18 Maret 2015

Manfaat Sedekah

Rezeki itu ibarat air, dimana air yang menggenang lama kelamaan akan kotor, berbau dan menimbulkan penyakit. Demikian juga air yang tumpah tentunya akan membasahi tempat sekitarnya dan tidak berguna. Oleh karena itu agar air menjadi bersih dan tidak kotor serta berbau harus dialirkan ke tempat yang tepat agar tidak tumpah dengan sia-sia.

Sama halnya dengan kita, apabila Allah memberikan rezeki kemudian tidak kita salurkan dan hanya kita pergunakan sendiri tanpa berbagi dan membawa manfaat untuk yang lain tentunya akan menjadi penyakit. Penyakit itu bisa berupa kesulitan dalam hidup, rejeki, usaha, bisnis, jodoh, mencari pekerjaan, musibah dan lain sebagainya. 

Wujud mengalirkan rejeki itu dengan sedekah, sedekah selain sebagai kewajiban bagi setiap muslim, sedekah berfungsi membersihkan dan mensucikan rezeki dan harta yang dimiliki. Karena dari setiap rejeki dan harta yang dimiliki ada hak untuk yang lain.

Sedekah merupakan investasi akhirat. Tetapi pahala dan balasannya tidak hanya diterima saat di akhirat nanti, tetapi juga langsung di terima di dunia.

Dengan bersedekah tidak saja membersihkan dan mensucikan rezeki dan harta, tetapi juga seperti hal berikut dibawah ini :

  1. Sedekah menghapus dosa.
  2. Sedekah mengabulkan doa dan hajat.
  3. Malaikat mendoakan bagi orang yang bersedekah.
  4. Balasan berlipat ganda dari sedekah yang dikeluarkan.
  5. Sedekah melancarkan dan menambah rezeki (kekayaan)
  6. Sedekah menolak bala, segala macam musibah dan kefakiran/kemiskinan.

Hal diatas bisa terjadi dikarenakan keutamaan dari keajaiban dan kedahsyatan sedekah. Janji Allah itu pasti dan sabda Rosulullah itu terbukti, karena Sedekah Membawa Berkah bagi siapa saja yang mau mengerjakannya. Firman Allah dan Hadits tentang sedekah membawa berkah terlampir di bagian bawah halaman ini.

Jadi apabila ingin dijauhkan dari kesulitan hidup, rezeki, usaha, bisnis musibah, celaka, kefakiran/kemiskinan, dan lain sebagainya bersedekahlah. 

Karena semakin banyak nilai sedekah yang dikeluarkan semakin banyak pula Allah menggantikannya.
Dan bila ingin dilapangkan, diluaskan, dimudahkan dan dilancarkan rejeki (kekayaan), usaha, bisnis, mendapat jodoh, mendapat pekerjaan dan keberkahan hidup yang lain segerakanlah bersedekah.
Karena Rosulullah sendiri bersabda untuk mensegerakan bersedekah :

Rasulullah SAW bersabda : Shadaqah (sedekah) yang paling utama adalah engkau bershadaqah (sedekah) ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir (miskin). Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.Al-Bukhari dan Muslim)


Jumat, 06 Maret 2015

Jangan suka panjang angan-angan



QS 4. An Nisaa':120

"Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka."

Dalam suatu hadits, bersabda Nabi saw. : “Sesuatu yang paling mengkhawatirkan dan aku khawatir atas kamu adalah dua hal : Panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Dan sesungguhnya panjang angan-angan membuat lupa kepada akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu akan menghalangi dari kebenaran”.
Benarkah mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok? Jika Anda orang optimis, Anda akan mengetujuinya. Tapi mungkin saja Anda masih berpikir, kemudian otak berputar mencari bantahan terhadap ungkapan ini. Bahkan Anda yang membantah bahwa kita tidak boleh sok tahu dengan masa depan, karena itu adalah urusan Allah.

Panjang angan-angan adalah mengandalkan masa depan. Mengandalkan masa depan jelas tidak boleh, sebab hidup kita akan tergantung oleh sesuatu yang belum jelas.


Nabi Adam as memberi wasiat kepada anaknya Syits as dengan lima hal dan memerintahkannya untuk memberi wasiat dengan lima itu kepada anak-anaknya lagi sepeninggalnya. Yaitu :

Sabtu, 28 Februari 2015

Jadikan Sholat Sebagai Solusi



"Gan, Jelaslah bagi kita bahwa sejatinya sholat yang kita lakukan menjadi solusi untuk berbagai macam persoalan hidup, sehingga tampak berseri di wajah orang-orang yang memlihara dan menjaga sholatnya dengan penuh khusyukan" benarkan ? ya bener..

Siapapun yang namanya masih hidup di bumi ini pasti akan menghadapi masalah, karena masalah ada di mana-mana, mulai dari kolong jembatan sampai istana kekuasaan. Dari anak-anak hingga kakek-nenek, semua berhadapan dengan masalah. Prinsipnya setiap jiwa memiliki masalah.


Allah Ta’ala sebagai Pencipta Alam Semesta sudah mengetahui dan karena itu juga telah mempersiapkan metode terbaik dalam menghadapi setiap masalah, yakni dengan sabar dan shalat.

Coba agan hayati dengan hati.. Surah Al-Baqrah ayat 45 sebagai berikut : 



Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah 45)

Gan, jelaslah bagi kita bahwa sejatinya sholat yang kita lakukan menjadi solusi untuk berbagai macam persoalan hidup, sehingga tampak berseri-seri diwajah orang-orang yang memilahara dan menjaga sholatnya dengan penuh khusyukan.

Nah yang jadi pertanyaan saya. Bagaimana sholat kita  sudah khusyuk kah  ? 

Jika kita ingin memperbaiki mutu hidup, perbaikilah mutu shalat kita gan. Allah menjamin kesejahteraan dan kemenangan bagi orang yang khusuk dalam shalatnya sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 1-2:

  1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, 2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya (Al Mukminun 1-2)

 Perhatikan shalat yang kita lakukan setiap hari
  • Apakah anda shalat hanya sekadar memenuhi kewajiban?
  • Apakah shalat terasa sebagai beban yang memberatkan?
  • Apakah anda shalat dengan malas ?
  • Apakah anda sering meninggalkan shalat wajib?
  • Apakah anda tidak mengerti bacaan yang anda baca dalam shalat?
  • Apakah fikiran anda melayang tak tentu arah ketika mengerjakan shalat?
  • Apakah anda mengerjakan shalat dengan tergesa gesa dan ingin cepat selesai ?


Bagaimana jawaban kita pribadi , berapa banyak agan menjawab dengan “ya” jujur.... Semakin banyak agan menjawab dengan”ya” itulah salah satu penyebab kesulitan agaan. 

Coba pula jawab pertanyaan berikut ini :

  • Apakah anda merasa shalat sebagai suatu kebutuhan hidup?
  • Apakah anda mengerjakan shalat dengan senang dan penuh kegairahan?
  • Apakah anda sering mengerjakan shalat sunah disamping shalat wajib?
  • Apakah anda sering mengerjakan shalat tahajud atau dhuha?
  • Apakah jika menghadapi masalah yang sulit anda mengerjakan shalat khusus untuk mengatasi masalah yang anda hadapi?
  • Apakah anda mengerti setiap kalimat/bacaan yang anda ucapkan dalam shalat ?
  • Apakah fikiran anda fokus pada apa yang anda ucapkan/baca dalam shalat?
  • Apakah anda merasa sedang berdialogh dengan Allah ketika melakukan shalat?
  • Apakah anda merasa mesra dan sangat dekat dengan Allah ketika shalat?
  • Apakah anda senang berlama lama dalam shalat sunah?
 
Bagaimana jawaban agan , berapa banyak anda menjawab “ya” ??. Semakin banyak diri menjawab dengan “ya” , semakin mudah agan mengatasi berbagai masalah hidup, dan semakin jauh kesulitan hidup dari diri anda gan.

Sebagai renungan,  saya mengajak diri saya sendiri, dan agan/ anda semua, yang membaca postingan ini 


Segeralah perbaiki mutu hidup agan dengan memperbaiki mutu shalat. Jangan biarkan diri dan keluarga agan hidup terus menerus dalam kesulitan, penderitaan, kebingungan dan kekalutan yang berkepanjangan. Orang yang khusuk dalam shalatnya , segera bisa mengatasi berbagai masalah yang datang dengan baik. Allah akan memberi jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi, dan menolongnya dengan pertolongan yang dahsyat.

Amin yrbl alamin.. 
-Fuad Rahardi 

Kamis, 19 Februari 2015

Kiat Mencari Jodoh Dalam Islam



Masalah jodoh baik bagi kaumpria maupun wanita dewasa ini sudah menjadi masalah yang pelik. Kesibukan bekerja , mencari ilmu dan lain sebagainya seolah menjadi kendala dalam menemukan jodoh yang serasi. Banyak wanita maupun pria yang usianya sudah mencapai kepala 3 bahkan sudah memasuki kepala 4 namun belum juga menemukan jodohnya. Mereka bukan tidak ingin berumah tangga , didalam hati kecilnya bahkan menjerit ingin segera mengakhiri masa lajangnya, namun apa daya saat yang dinantikan itu tidak juga kunjung datang.

Umumnya banyak orang yang menyalahkan faktor kesibukan dalam bekerja atau sekolah sebagai biang keladi dari keterlambatan mendapat jodoh ini. Saya pernah terkejut menerima undangan pernikahan dari teman saya seorang Doktor disalah satu perguruan tinggi terkenal yang usianya sudah lebih 45 tahun. “ Saya fikir kamu sudah berkeluarga “ kata saya menyatakan keheranan ketika menerima undangan itu. “Waduh pak kalau bukan usaha keras dari keluarga saya , mungkin saya akan terus melajang sampai tua ” jawabnya menjelaskan. 

Faktor penghambat jodoh
Banyak faktor yang menjadi penyebab keterlambatan mendapat jodoh baik bagipria maupun wanita. Faktor utama ada didalam diri mereka masing masing yang merupakan mental blocking, yang tanpa disadari menjadi penghalang bagi datangnya jodoh bagi mereka . Umumnya mereka tidak menyadari adanya mental blocking tersebut. Untuk memuluskan jalan bagi menemukan jodoh, carilah mental blocking yang ada pada diri masing masing. Singkirkan mental blocking tersebut. 

Mental blocking merupakan sistim didalam hati dan fikiran (alam bawah sadar) yang menutup dan merintangi jalan untuk mendapatkan jodoh bagi seseorang. Ia bekerja secara otomatis. Ada ada saja rintangan dan kendala yang muncul ketika jodoh sudah mendekat. Ada yang berpacaran bertahun tahun tanpa sebab yang jelas ketika sudah mulai serius menuju jenjang pernikahan tiba tiba hubungan mereka putus.Ada pula diantaranya yanggonta ganti pacar sampai beberapa kali namuntidak satupun yang jadi.

Keberadaan mental blocking umumnya tidak disadarioleh yang bersangkutan. Berikut ini saya sampaikan beberapa model mental blocking yang bisa menghambat jalan perjodohan, silahkan diteliti bagi anda yang belum mendapat jodoh , adakah itu pada diri anda. 

  • Tidak akan berumah tangga kalau belum meraih sukses seperti punya rumah, mobil, dan jabatan tertentu (mendahulukan karir).
  • Ingin menyelesaikan studi dahulu hingga mencapai S2 atau S3
  • Ingin membiayai adik adik hingga semuanya menjadi sarjana
  • Ada trauma (melihat orang tua atau tetangga), kuatir disia siakan suami yang tidak bertanggung jawab.
  • Cemas dan kuatir meninggalkan ibu atau ayah jika telah berumah tangga nanti.
  • Takut dan cemas tidak sanggup membiayai rumah tangga
  • Takut dan kuatir tidak sanggup membahagiakan keluarga dan memenuhi semua kebutuhan mereka
  • Kuatir tidak mendapat kebebasan dari suami seperti yang didapat selama ini.  

Dan banyak lagi mental blocking lainnya yang sangat halus dan tersimpan jauh dilubuk hati nan dalam. Berbagai perasaan seperti diatas mengedap didalamfikiran bawah sadar dan tanpa disadari menjadi perintang serta penghalang bagi jodoh yang bersangkutan. 

Jika anda terlambat mendapat jodoh , beberapa kali pacaran selalu kandas ditengah jalan, coba cermati apakah ada mental blocking yang mungkin jadi perintang bagi perjodohan anda.

Kadang kala ada orang yang menyarankan anda untuk datang pada paranormal, ditenggarai anda terkena pagar ghaib dari seseorang sehingga anda sulit mendapat jodoh. Anda disarankan untuk mandi kembang dan air dari 7 sumur atau sungai. Hindari cara cara seperti itu , jangan sampai anda terjebak perbuatan musyrik atau minta tolong pada sesuatu selain Allah. 

Membersihkan mental blocking

Bersihkan berbagai kekuatiran, kecemasan , ketakutan yang mengedap dalam fikiran dan perasaan dengan berserah diri pada Allah. Yakinkan didalam hati dan fikiran bahwa tidak ada suatu bencanapun yang terjadi pada diri kita tanpa seizin Allah. Jika Allah melindungi kita maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat membahayakan kita. 

Tingkatkan mutu shalat anda dengan memahami dan mengerti setiap kalimat yang dibaca dalam shalat. Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk dapat menghilangkan berbagai rasa cemas, gelisah, kuatir yang berlebih lebihan.Bacaan Al Fatihan yang dibaca dengan sungguh sungguh dan khusuk , serta doa pada saat duduk iftirash dapat memberi ketenangan pada hati dan fikiran. 

Usahakan setiap saat hati anda merasa aman , nyaman dan bahagia, jangan ada rasa tertekan, cemasdan takut yang berlebihan. Ikhlas dan ridho dengan berbagai ketetapan Allah. Harapkan selalu rahmat dan kasih sayang dari Allah. Jika anda bisa mempertahankan rasa bahagia , aman, nyaman dan tentram didalam hati dan fikiran, insya Allah berbagai aura negatif akan musnah dari diri anda berganti dengan cahaya aura positip yang akan mendatangkan berbagai keberuntungan dalam hidup anda. 

Gangguan Jin dan sihir

Gangguan jin dan sihir yang dialami seseorang juga bisa jadi faktor bagi sulitnya mendapat jodoh yang diidamkan. Praktek perdukunan yang  marak di iklankan di media cetak maupun elektronik banyak berperan pada faktor gangguan jin dan sihir ini. Ada istilah “ cinta ditolak dukun bertindak” agaknya istilah yang sudah cukup lama ini masih tetap ada sampai sekarang ini.

Sering orang yang sakit hati karena cintanya ditolak mendatangi dukun minta tolong agar wanita atau pria yang dicintai di pagar hingga tidak bisa mendapat pasangan kalau bukan dengan dirinya. Sihir jenis ini bisa membuat orang yang jadi target sasaran kesulitan mendapatkan jodoh. Ciri cirinya jika ia mendekati lawan jenis ketika serius menuju pelaminan tiba tiba  salah seorang dari mereka memutuskan hubungan tanpa penyebab yang jelas. Kasus ini biasanya selalu berulang sampai beberapa kali , yang bersangkutan baru menyadari ketika usianya sudah semakin tua. Pihak wanita biasanya baru menyadari ketika usianya sudah lebih 35 tahun dan yang pria setelah lebih dari 40 tahun.

Ada juga orang yang sulit mendapat jodoh karena ada ganggun jin pada dirinya. Gangguan ini biasanya muncul dari jin yang jatuh cinta pada manusia. Jika yang dicintainya itu lelaki maka ia akan kesulitan mendapatkan istri, demikian pula jika yang dicintainya itu wanita maka ia akan kesulitan mendapatkan suami. Kalaupun mereka sampai berumah tangga biasanya rumah tangga mereka selalu ribut dan tidak harmonis.
Ciri ciri gangguan ini biasanya yang bersangkutan akan sering  bertemu seseorang yang mengaku sebagai suami atau istrinya didalam mimpi. Jika ditelusuri pada kehidupan nyata ia tidak pernah menemukan orang itu namun ia sering hadir didalam mimpi , kadang kala sampai berhubungan badan laiknya suami istri. Jin yang mengaku sebagai istri atau suaminya ini akan selalu berusaha merintangi yang bersangkutan  mendapatkan pasangannya.

Jika yang bersangkutan sudah serius dengan seseorang secara tiba tiba salah satu pihak akan memutuskan hubungan tanpa penyebab yang jelas. Kalau ditanya pada pihak  yang memutuskan kenapa kamu mutuskan hubungan tersebut  maka ia tidak bisa menjelaskannya , ia hanya berkata :” pokoknya sudah tidak suka, bete “ dan lain sebagainya . Kasus ini biasanya selalu berulang dengan motif yang sama, tidak bisa dijelaskan penyebab putusnya hubungan mereka.

Jika diantara pembaca ada yang mengalami kasus gangguan jin  dan sihir ini , bersihkan dulu nsemua gangguan itu dengan melakukan rukyah mandiri.

Biasanya ketika pertama melakukan rukyah mandiri akan muncul reaksi mual, muntah, dada berdebar, terasa panas pada bagian tertentu, terasa ada yang bergerak didalam tubuh dan lain sebagainya. Tetaplah lakukan rukyah mandiri dan minum air rukyah itu setiap hari sampai anda merasa nyaman dan tidak ada reaksi lagi dari tubuh anda. Satu sampai dua minggu pertama melakukan terapi ini biasanya akan terasa sangat tidak nyaman. Seperti mual , muntah, badan pegal pegal, mengantuk, badan terasa panas dan lain sebagainya. Tetaplah istiqomah , karena itu adalah proses pengeluaran jin dan sihir dimana pasti ada perlawanan dari jin dan sihir itu. Lambat laun jin dan sihir itu akan menjadi lemah dan tidak ada perlawanan lagi.

Kiat mendapatkan jodoh
Jika anda telah berhasil menghilangkan berbagai mental blocking dan gangguan jin serta sihir  yang ada didalam diri anda , mulailah buat rancangan untuk mendapatkan jodoh yang sesuai bagi diri anda.Ambil langkah langkah sebagai berikut:

  • Tetapkan kriteria bagi jodoh yang anda inginkan, seperti umur, pendidikan, perawakan,suku,perilaku dan lain sebagainya
  • Tetapkan target anda untuk berumah tangga, tahun ini , tahun depan atau 3 tahun lagi.
  • Sewaktu waktu misalnya selesai shalat bayangkan jodoh yang anda inginkan dalam fikiran anda
  • Rasakan seolah olah anda sudah mendapatkan jodoh yang anda inginkan
  • Rasakan kebahagiaan dan kegembiraan dihati anda
  • Kemudian sujud pada Allah, panjatkan puji syukur padaNya yang telah mengabulkan semua hajat keinginan anda. Lakukan semua ini dengan ikhlas seolah olah semua itu sudah terjadi. Walaupun pada kenyataannya semua itu belum terjadi.
  • Lakukan semua itu dengan penuh keyakinan pada Allah, tidak ada hal yang tidak mungkin bagi Allah. Jangan ada keraguan dan was was sedikitpun. 

Ingat jangan ada rasa cemas, kuatir dan meragukan kemampuan Allah untuk mengabulkan semua keinginan anda. Semua akan terjadi nsesuai keyakinan anda. Jika anda ragu dan tidak yakin maka keraguan anda itupun akan menjelma jadi kenyataan. 

Lakukan shalat malam 

Iringi semua langkah seperti tersebut diatas dengan mengerjakan shalat malam setiap hari. Lakukan shalat malam sebanyak 8 rakaat (4 x 2 rakaat) ditambah denganshalat witir 3 rakaat.Shalat malam atau tahajud dimulai jam 3.00 sampai menjelang subuh. Jika tidak sanggup melakukan 11 rakaat kerjakan sesanggupnya minimal 2 rakaat ditutup dengan witir 3 rakaat. Jika dirasa masih berat untuk bangun malam bisa diganti dengan mengerjakan shgalat pada waktu dhuha antara jam 6.00 sampai jam 8.00 pagi hari.
Metode seperti tersebut diatas sudah pernah saya lakukan sebanyak dua kali. Pertama ketika saya menginginkan jodoh ketika remaja dahulu, dan yang kedua ketika saya menginginkan pengganti istri saya yang meninggal ketika saya berusia 55 tahun. Alhamdulillah keduanya berhasil dengan baik , sebagaimana saya sampaikan pada kisah berikut dibawah ini.



Diambil dari sumber : http://www.fadhilza.com/2012/02/tadabbur/kiat-mencari-jodoh-yang-serasi.html

.......... Bersambung

Jumat, 30 Januari 2015

Jadilah Pribadi yang Dewasa


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

        Usia memang bukan jaminan dan tolok ukur kedewasaan seseorang. Tak sedikit orang yang mapan dari segi umur, tapi belum memiliki kepribadian yang matang. 
         
         Pada kali ini saya akan membahas tentang bagaimana menjadi pribadi yang dewasa khususnya sebagai seorang pria, karena seseorang pria akan memimpin keluarga setelah ia menikah kelak, menjadi panutan bagi istri dan anak-anaknya. Namun maaf sebelumnya, saya pribadi juga tidak bisa mengaku bahwa saya sudah menjadi seseorang yang dewasa sepenuhnya. Saya yakin menjadi pribadi yang dewasa adalah sebuah proses belajar yang akan terus berlanjut seumur hidup, sebuah proses tiada henti untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. 

Seseorang dianggap dewasa secara biologis ketika sudah melewati masa pubertas dan matang secara seksual. Dewasa secara hukum, ketika seseorang mencapai usia 17 tahun, di mana dia dianggap sebagi sebuah entitas yang independen, memiliki KTP, berhak untuk bekerja, menikah, dsb.

Dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 di jelaskan :

..Sebaik-baik manusia ialah mereka yang bertakwa. Ini berarti, takwa dalam pemaknaan yang luas bisa dijadikan sebagai tolok ukur kedewasaan / rajulah seseorang.

Tentu saja kita semua mengerti, bahwa kedewasaan bukan hanya soal biologis, legalitas dan pernikahan, tapi juga tentang kematangan emosional dan karakter seseorang. Kemampuan untuk mengambil keputusan yang benar, dan bersikap dalam berinteraksi dengan dunianya serta orang lain. Lalu bagaimana caranya mengukur kedewasaan emosional seseorang? 

Coba lihat kisah yang terjadi di sekitar kita sekarang. Kedewasaan dalam diri seorang pria sudah menjadi  sebuah unsur yang langka. Pria dewasa yang matang adalah spesies langka di jaman sekarang, coba saja tanya pada para wanita bila tidak percaya. Begitu banyak permasalahan hubungan percintaan yang saya dengar, baik itu dari teman, maupun sekedar dengar sana-sini, yang berakar dari ketidakdewasaan sang pria.  

Kebanyakan pria jaman sekarang adalah bocah-bocah egois kekanakkan, bedanya hanya pada tanda fisik seperti jenggot dsb. Pria-pria egois anak mami yang tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, memiliki emosi yang tidak stabil, suka ngambek, pencemburu, posesif, ngarep kronis, selalu tidak nurut pada orang tua, dan yang terparah, bersikap kasar dan memakai kekerasan terhadap wanita untuk mengatasi konflik. Persis seperti seorang bocah cilik yang suka ngambek dan hobi menjahati anak lain yang lebih lemah daripadanya. 

Tak saya pungkirin, saya dulu juga pernah mengalami salah satu hal diatas. Astagfirullah.. lailahaillallah anta subhanaka inni kuntu minaz zalimin.  Ini adalah cerminan bagi saya untuk menjadi pribadi dewasa sepenuhnya. Saya melihat ini sebagai sebuah permasalahan mental & sosial yang serius.

Dewasa ini kita bisa melihat di sekeliling kita, pria-pria yang bahkan di usia di atas 30 tahun masih tinggal dengan orang tuanya dan bergantung secara emosional pada orang tuanya. Khususnya, sang ibu tercinta. Makan masih dimasakin mama, pergi larut malam masih dicariin mama, segala keputusan besar harus dengan persetujuan mama, masalah pacar pun harus sesuai kriteria yang mama inginkan. Jujur saja, tinggal bersama orang tua memang nyaman tapi ketika Anda tidak bisa mengurus diri sendiri dan mengambil keputusan sendiri, Anda tidak akan pernah bisa menjadi seorang pria dewasa seutuhnya.

Satu hal yang harus diingat, kedewasaan yang saya maksud tidak ada hubungannya dengan mandiri secara finasial. Karena saya melihat begitu banyak pria dengan karir dan bisnis yang sukses tapi memiliki sifat egois yang kekanakkan bila berhadapan dengan pasangannya dan menjadi bocah tukang ngambek di hadapan orang tuanya. Seorang bocah ceroboh yang tidak pernah berpikir panjang, karena dia tahu bahwa bila terjadi sesuatu yang tidak enak, dia tinggal berlindung ke balik ketiak mamanya.

Bagaimana mungkin Anda menjadi pria dewasa yang seutuhnya bila orang tua anda saja tidak menganggap anda dewasa dan selalu melihat anda sebagai anak kecil yang harus diatur-atur dan dijaga? Coba dipikirkan sahabat ...?????

Terkait dengan masalah yang mucul antara pribadi kita dan orang tua. Seorang pria dewasa harus memiliki kapasitas emosional untuk tidak melawan, tetap mencintai orang tuanya, tapi juga mengerti bahwa yang menjalani hidupnya adalah dirinya sendiri. 

Saya mengajak anda untuk mulai bersikap sebagai pria dewasa yang mampu mengambil keputusan bagi hidup anda sendiri. Contoh : Orang tua ingin anaknya aman sejahtera dalam kandang, tapi terkadang anak ingin terbang bebas dan mengarungi kehidupan, terciptalah sebuah konflik kepentingan.  Konflik antara anak dan orang tuanya adalah salah satu konflik utama dalam perkembangan diri seorang manusia, bagaimana cara anda mengatasi konflik inilah yang akan menentukan kedewasaan anda di mata orang tua.

Bila Anda tidak bisa menyelesaikan konflik dengan orang tua anda sendiri, bagaimana mungkin Anda bisa menyelesaikan konflik dengan orang lain dan pasangan anda? Bila anda tidak bisa mengkomunikasikan dengan baik dan membuat orang tua anda sendiri mengerti tentang keinginan hati anda, bagaimana mungkin anda bisa melakukan hal tersebut pada orang lain dan pasangan anda? Bila jalan hidup anda masih banyak ditentukan oleh orang tua anda, bagaimana mungkin anda bisa menjadi pemimpin bagi wanita yang menjadi pasangan Anda? 

 
Bila Anda sendiri manja dan selalu mencoba menyelesaikan konflik dengan cara marah, ngambek, ataupun cuek menghindari masalah, bagaimana mungkin Anda bisa mengayomi wanita pasangan Anda yang juga manja dan tukang ngambek? Wajar saja bila hubungan Anda dengan wanita selama ini selalu penuh dengan konflik yang tidak terselesaikan, Anda dan pasangan Anda seperti dua bocah egois yang selalu bertengkar dan saling ngambekan. Putus-nyambung, putus-nyambung seperti koneksi intrenet SAYA 

Beberapa cara menjadi pribadi dewasa yang mungkin dapat menginspirasi anda, yang saat ini juga sedang dan akan saya jalankan, diantaranya : 


  1. Bertawakalah dengan sungguh sungguh. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan ( keperluan)nya.”( QS. Ath- Thalaq : 3 ). Tawakal yang sesungguhnya dapat menghadirkan ketenangan didalam diri, membersihkan hati dari sifat2 yang tercela, Tawakal bukan berarti berserah diri karena malas tanpa usaha. tawakal harus dingiri ikhtiar selanjutnya berhasil atau tidak kita berserah diri kepada Allah karena hanya Allah Yang Maha Kuasa atas segala hal.

  2. Mandiri secara finansial. Ini langkah berikutnya menuju kedewasaan. Tidak mungkin anda bisa dianggap dewasa oleh siapapun, bila makan dan beli hand-phone saja masih minta pada orang tua. Miliki pekerjaan yang layak dan hidupi diri anda sendiri, ini adalah ukuran kedewasaan universal yang berlaku di seluruh dunia.

  3. Bersikaplah sebagai individu yang independen di hadapan orang tua Anda. ( saya melihat stuasi ini dari abang ipar saya)  Ingat, meskipun mereka adalah sosok yang membesarkan Anda, tapi saat ini posisi Anda dan mereka sama-sama manusia dewasa dengan harkat dan martabat yang setara. Anda wajib menghormati orang tua Anda, sebagaimana orang tua Anda juga wajib menghargai Anda sebagai individu yang dewasa. Bicarakan segala konflik dengan baik-baik, Anda tidak perlu menentang tapi Anda juga tidak harus menuruti segala keinginan mereka. Tentukan batasan yang jelas tentang apa yang bisa mereka atur dalam hidup Anda, dan apa yang menjadi hak asasi Anda.

  4. Berpikir panjang dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan segala resiko. Ada begitu banyak masalah dalam hidup Anda yang bisa dihindari dan tidak perlu dialami, bila Anda mau sedikit saja berpikir dan melihat segala resiko yang ada. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan. Sebagai pria dewasa, sudah seharusnya Anda memiliki kemampuan untuk menganalisa setiap permasalahan dengan logis dan mengambil keputusan yang terbaik, terutama bagi diri Anda sendiri, dan juga bagi orang lain di sekitar Anda. Penyesalan terjadi akibat kelalaian seseorang mempertimbangkan resiko ketika mengambil keputusan, dan ketika penyesalan datang, segala sesuatunya sudah terlambat.

  5. Terima segala konsekuensi dan jangan menyalahkan orang lain. Meskipun sudah berpikir matang  dalam mengambil keputusan, tapi terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan dan Anda harus mengalami pengalaman yang pahit dan tidak enak. Tapi sebagai pria dewasa, tugas Anda adalah untuk menerima semua itu dengan lapang dada dan tidak menyalahkan siapapun, ingat semuanya adalah hasil keputusan Anda. Jadikan itu sebagai pelajaran berharga.

  6. Kendalikan diri dan emosi dalam menghadapi konflik. Hanya bocah ingusan yang selalu mengikuti emosinya dan tidak bisa mengendalikan dirinya, tapi Anda sudah bukan bocah lagi sekarang, jadi belajarlah mengendalikan diri dan emosi Anda. Memang tidak bisa instan, karena pengendalian diri adalah sebuah skill yang hanya bisa dikuasai lewat proses latihan yang panjang. Buang kebiasaan memaki dan berkata-kata kasar, dan ganti dengan kebiasaan mengekspresikan pikiran lewat komunikasi baik-baik, sabar.

  7. Hormati dan hargai setiap orang sebagai sesama manusia. Sebagaimana Anda berhak untuk diperlakukan dengan baik selayaknya seorang manusia, maka Anda juga wajib untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan menghargai hak individunya. Sebagai anggota masyarakat, Anda harus mengerti  norma-norma sosial yang berlaku dan bersikap sesuai norma-norma tersebut ketika berinteraksi dengan setiap orang. Hargai dan terima perbedaan, karena Anda hidup dalam dunia yang terdiri dari beragam jenis orang.


Ketika Anda terbiasa melakukan hal-hal diatas, maka Insha Allah anda benar-benar menjadi sosok yang  disukai banyak orang karena kedewasaan mental anda. Amin YRA.

Memang Butuh proses untuk menjadi pribadi yang dewasa. Proses pertama adalah menyadari keadaan itu. Proses kedua, adalah berusaha menghilangkannya. Anda sudah berhasil menjalani dua proses ini. Tahap ketiga adalah tidak menghindari kritik, sebaliknya, justru Anda harus meminta dikritik agar proses pendewasaan semakin cepat. Mendapat kritikan memang tidak enak, tapi pada saat yang sama harus disadari bahwa kritik itu adalah obat mujarab untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kepribadian kita.

Akhir kata, semoga anda dan saya bisa benar-benar memiliki kepribadian yang dewasa sepenuhnya. aminn ya rabbal 'allamin. 



Tinggalkan sang bocah dalam diri Anda, dan berdirilah sebagai pria dewasa. - Fuad Rahardi




Jumat, 23 Januari 2015

Kendalikan Amarahmu


 بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

 "Sabar itu lebih pahit daripada empedu. Tetapi akibatnya lebih manis daripada madu"

Siapapun kita, tentu pernah merasakan marah, bahkan terkadang tidak bisa mengendalikan diri karena emosi yang sudah memuncak. Memang sifat marah merupakan tabiat manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan tidak mau ditolak keinginannya.

Di antara hikmah Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah Dia menciptakan sifat marah untuk para hamba-Nya. Sifat marah Allah berikan kepada seorang hamba agar hamba tersebut bisa melindungi dirinya dari bahaya yang akan menimpanya. Seseorang menafsirkan marah sebagai ekspresi dari mendidihnya darah dan meluapnya emosi. Di dalam Islam, marah tidaklah mutlak dicela seutuhnya. Namun, Islam menjelaskan adanya larangan-larangan marah seabgai bentuk me-manage-nya agar tidak menjadi kemarahan yang tercela.

Dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Ta’ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainya

Marah yang tercela adalah seseorang ketika meluapkan emosi kemarahannya bukan karena Allah. Bukan karena agama Islam. Dan tidak terdapat hikmah perbaikan dari kemarahannya tersebut. Ia marah hanya karena kepentingannya terhalangi dan tidak terwujud. Ia marah hanya karena tendensi-tendensi duniawi. Dan ia marah hanya karena kelompoknya diremehkan atau direndahkan. Marah yang demikian adalah marah yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah marah karena atau untuk dirinya. Namun apabila larangan-larangan Allah dilanggar, barulah beliau marah.

Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134).

Sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya

Oleh karena itu, hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa, meskipun mereka tidak luput dari sifat marah, akan tetapi kerena mereka selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka mereka pun selalu mampu meredam kemarahan mereka karena Allah Ta’ala.

Penutup : 

Demikianlah tulisan ringkas ini, semoga bermanfaat bagi semua dan menjadi muhasabah diri untuk selalu berusaha menundukkan hawa nafsu dan menahan kemarahan, agar terhindar dari segala keburukan.

Akhir kata, dengan memohon kepada Allah Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita petunjuk dan taufik-Nya untuk memiliki sifat-sifat yang baik dan mulia dalam agama-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Amin. Amin. Amin ya rabball 'alamin


3 Rabiul Akhir 1436 H - Fuad Rahardi


Translate